Archive for siaran

Menguasai Materi Siaran

Posted in Penyiar with tags , , , on November 5, 2009 by Mohamad Reza

Pahami Materi Siaran Anda..!!Setelah belajar bagaimana menguasai peralatan pada artikel sebelumnya, saya mau membahas dengan anda. Bagaimana cara kita untuk bisa menguasai materi siaran…

Materi siaran bisa didapat dimana saja, bisa dari bacaan, tontonan, mendengarkan sesuatu, atau bahkan mengamati perilaku-perilaku disekitar kita (lebih jelasnya silahkan anda baca pada postingan saya sebelumnya, Penyiar Harus Berwawasan Luas)

Saya mencoba kali ini untuk tidak menggunakan referensi, bukannya mengabaikan atau tidak menghormati para senior yang sudah mengeluarkan literatur tentang penyiaran, tetapi saya mencoba alamiah sesuai dengan apa yang saya tahu (paling tidak jika keliru anda bisa menambahkan atau kita diskusi di blog ini..hehehhe)

Materi siaran haruslah berhubungan dengan program acara yang akan anda pandu. Misalnya saja resensi film, sangat tidak mungkin kan, jika  kita akan menyiapkan materi novel “Death of Salesman” atau Novel Mid Summer Night Dreams karya shakespeare…hehehe

Akan tetapi bisa ada beberapa pengeceualian,khusus untuk film jika anda menggunakan referensi novel yang berhubungan, misalnya saja Film Laskar Pelangi karya Mira dkk, yang Novelnya juga Laskar Pelangi. Novel bisa menjadi referensi penting untuk film tersebut. Begitu juga dengan Harry Potter dan setau saya Mid Summer Night Dreams karya shakespeare juga demikian (jadi yang tertulis diatas saya ralat khusus karya shakespeare)

Yang paling penting adalah anda tahu persis apa yang anda harus bicarakan kepada pendengar, anda harus paham (bukan menghapal) akan materinya..mengerti jalan ceritanya, dan tau apa yang menarik untuk pendengar anda.

Beberapa point yang coba saya garis bawahi dalam menguasai materi siaran adalah:

  1. Mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya, kumpulkan bahannya sebanyak mungkin, gunakan semua resource yang tersedia, internet, majalah, koran, dokumenter, dsb. Anda bisa membaca postingan saya sblmnya tentang pengetahuan penyiar disini.
  2. Perhatikan dengan baik point penting dan menarik, kita kembali ke kelemahan radio. Karena radio selintas dan penyiar tidak bisa mengulang apa yang disampaikan, maka sangat penting untuk penyiar menyampaikan point materi yang penting dan menarik untuk disampaikan. Cara paling sederhana mengetahui apa yang diinginkan pendengar adalah dengan menempatkan posisi anda sebagai pendengar. Jika anda pendengar radio, apa yang ingin anda ketahui tentang topik itu. mulailah memetakannya satu persatu, dan kemudian anda bagi sesuai format clock program siaran anda.
  3. Simak informasi dari pendengar, jika siaran anda interaktif, maka sangat penting untuk anda menyimak dengan baik apa yang disampaikan pendengar, bisa jadi apa yang mereka sampaikan adalah informasi terbaru dari topik yang anda bacakan. Jangan terlalu sering menggunakan ungkapan”bagaimana tanggapan anda?” (karena pendengar menelpon itu berarti ingin menanggapi topik tersebut).
  4. Bikin guidelines dari materi siaran, banyak penyiar yang sering menyepelekan hal ini. Cobalah untuk mencatat/mengetikkan di komputer garis-garis besar materi yang akan anda sampaikan. Kadang ada yang membuat script secara lengkap (itu juga lebih baik). Panduan ini membantu anda untuk tidak lari dari konteks/fokus pada apa yang anda bicarakan.
  5. Jangan sepelekan lagu yang akan diputar, ini juga menjadi faktor terpenting bagi radio yang masih mengandalkan penyiar,pesan dan musik pada radionya. Jika anda siaran di Elshinta Radio, anda tidak perlu memikirkan ini, karena mereka tidak pernah memutarkan lagu. Tetapi hampir semua radio yang ada di Indonesia juga mengandalkan lagu pada setiap selingan program siarannya (bahkan dalam talkshow sekalipun). Maka penting untuk anda memperhatikan lagu apa yang akan anda putar. Di beberapa radio, daftar lagu yang diputar sudah disiapkan Music Director, tapi tidak ada salahnya jika anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan bagian musik. Lebih baik jika anda mendengarkan terlebih dahulu lagu itu, sebelum anda putar saat mengudara.
  6. Perhatikan iklan yang akan diputar, untuk radio komersial iklan merupakan hal yang penting, sehingga anda haruslah memperhatikan dengan baik iklan apa yang harus anda putar, waktu pemutaran, dan cara penayangannya.Jika dalam 1 jam iklan yang anda putar lebih dari 8 iklan maka anda harus pintar membaginya, perhatikan durasi iklan, jangan sampai dalam satu slot iklan ada yang terlalu lama jedah iklannya dan ada yang terlalu cepat.

Itu dulu yang bisa saya bagi hari ini, capek juga ngetiknya, ntar kalo ada pertanyaan, kita bisa diskusi lagi…soalnya ada tugas yang harus dikerjakan…makasih….

Advertisements

Menguasai Perangkat Studio Siaran

Posted in Penyiar with tags , , , , , , on October 15, 2009 by Mohamad Reza

Siaran adalah sebuah aktivitas yang kompleks, skill individu yang dibutuhkan bukan hanya tentang cara berbicara dan menyampaikan pesan ke pendengar, akan tetapi PENTING juga untuk mengetahui bagaimana mengoperasikan peralatan yang ada dalam studio siaran…

Di beberapa stasiun radio metro penyiar dibantu oleh seorang operator yang bertugas mengendalikan mixer siaran, mengangkat telepon, memilah dan memilih SMS, menghadirkan sound effect dsb. Akan tetapi, masih mayoritas di radio-radio Indonesia jika penyiar mengerjakan sendiri pekerjaan didalam studio dengan tidak dibantu operator.

Nah, jika penyiar hanya berbekal pengetahuan tentang bagaimana berbicara didepan microphone, tanpa ada kemampuan untuk mengoperasikan peralatan, maka saya JAMIN pasti siaran tersebut akan “dihiasi” sejumlah kekurangan yang bisa berdampak pada hancurnya kualitas siaran program radio.

Saya mencoba sedikit mendeskripsikan peralatan-peralatan yang didalam studio siaran, yang patut dikuasai oleh penyiar:

Kenali Mic Anda

Kenali Mic Anda

1. Microphone / Mic
Dari jenis dan type microphone ini berbeda-beda, untuk mempelajari secara spesifik tentang microphone anda bisa membaca buku manual microphone yang anda gunakan atau berkonsultasi dengan teknisi anda. Ada micropgone yang mengharuskan mulut anda harus berada didepan micdengan jarak 1-2 jengkal (seperti sennheiser e-35, dkk), tetapi ada pula yang tidak terlalu meminta anda harus dekat mic (condenser microphone). Setiap studio siaran berbeda, sehingga lebih lengkapnya, anda silahkan berkonsultasi dengan teknisi atau manager program anda

Mixer Siaran

Mixer Siaran

2. Mixer siaran

Mempelajari alat yang satu ini emang agak ribet, tapi jika anda tekun, pasti anda bisa menguasai. Anda haruslah bisa menghafal chanel-chanel mixer yang anda gunakan. chanel microphone, komputer, hybrid telepon, vcd/dvd, perangkat relay, dsb. Insya allah tidak berselang lama, anda akan otomatis mengetahui posisi fader (pada foto disamping, fader adalah tombol yang berwarna hitam. biasanya digerakkan dari bawah ke atas). Jangan lupa juga untuk memperhatikan lampu/layar level indikator yang ada di mixer anda, sehingga anda bisa mencocokkan intensitas volume lagu dan microphone anda.

3. Hybrid Telepon

Hybrid adalah sebuah alat yang mengkonversi sambungan telepon biasa ke mixer siaran anda. Hal ini membuatan anda bisa berkomunikasi langsung dengan pendengar. Anda juga harus bisa mengenali alat tersebut, biasanya hybrid diaktifkan sebelum fader mixer digeser keatas, hal ini mengantisipasi adanya bunyi yang tidak diinginkan terdengar oleh pendengar.

4. Headphones

Ada penyiar yang terkadang juga tidak suka menggunakan headphone. sebaliknya, ada juga penyiar yang suka skali menggunakan headphones dari awal hingga akhir siaran. Fungsi headphone adalah untuk mendengarkan aktifitas yang sedang mengudara. Sehingganya penyiar diwajibkan untuk menggunakan headphones disaat siaran berlangsung.  Headphones juga sengaja diadakan untuk mengantisipasi brooming jika kita menggunakan speaker kontrol yang biasa, mengingat dalam ruangan tersebut microphone juga aktif ketika anda menyiar. Jangan lupa perhatikan tanda L dan R di speaker headphones. tanda L berarti LEFT yag artinya posisi di telinga kiri dan R berarti RIGHT yang berarti digunakan di telinga kanan.

bersambung…….

Menyiar dan Hobby

Posted in Penyiar with tags , on December 7, 2008 by Mohamad Reza

Menjadi seorang penyiar menjadi satu keunikan tersendiri, meski banyak yang memulai karir di Radio hanya karena hobby yang suka berbicara. Hobby inilah yang kemudian menjadi satu motivator untuk menjadikan orang mengajukan lamaran ketika mendengar ada penerimaan penyiar (atau dj) disalah satu radio.

But, let me tell you this…!!

Jangan selalu menyatakan bahwa hobby menjadi hal yang paling utama ketika anda menjadi seorang penyiar. Mengapa?

Sekedar menyadur dari wikipedia indonesia, Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. kata Hobi merupakan sebuah kata serapan dari Bahasa Inggris “Hobby“. Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatakan kesenangan .

Dari pengertian diatas maka kita bisa membedakan antara HOBI dan PEKERJAAN. Pertanyaan untuk anda, apakah anda ingin menjadikan SIARAN hanya sekedar mencari kesenangan belaka? atau menjadikkannya sebagai satu pekerjaan?

Jawaban dari pertanyaan ini untuk setiap orang tentu berbeda, ada yang akan menjawab, “Nop, I need a Job” dan ada juga yang akan bilang “saya ingin siaran karena saya suka aja”.

Dua kalimat ini yang seringkali ditemui para manager radio saat mereka menginterview para pelamar yang ingin bergabung di radio mereka. Kedua-duanya mempunyai hal yang sangat positif dan juga menjadi hal yang sangat ditakutkan. Positifnya adalah karena dua jawaban ini mempunyai antusiasme yang sangat tinggi kepada siaran radio, sementara negatifnya adalah yang satu pasti akan menjadikan siaran sebagai sebuah kesenangan belaka, dan yang lain akan menjadikan radio harus memikirkan bagaimana caranya membayar orang ini (cause he/she realy need a job!).

Menjadi penyiar tentunya PEKERJAAN yang harus dilakukan dengan baik. Menjadi penyiar tentunya membutuhkan keseriusan. Penyiar adalah sebuah ujung tombak, icon, stamp dari sebuah radio. Sehingga biasanya radio-radio siaran akan benar-benar menguji para penyiarnya sebelum layak untuk mengudara. Biasanya meski anda lulusan salah satu jurusan komunikasi atau jurusan broadcast, anda tetap harus menjalani training yang akan dilakukan radio. Proses training biasanya 3 – 6 bulan. Biasanya training ini dilakukan step by step, dari menulis untuk telinga, membuat naskah siaran, pelatihan vokal, mengenali radio, dsb.

Cobalah untuk menyatakan bahwa menjadi penyiar radio adalah sebuah profesi dan bukan karena hobby semata. Hobby dibutuhkan untuk kita menyenangi pekerjaan, tapi maksud saya dengan profesi adalah agar kita benar-benar mengakui bahwa ini pekerjaan yang harus saya lakukan dengan integritas dan profesionalitas tinggi.

So, jika nanti anda di interview untuk menjadi penyiar, cobalah menjawab “saya ingin menjadi penyiar karena profesi/pekerjaan ini adalah menuntut keahlian dan profesionalitas yang tinggi, saya ingin menjadi orang profesional dalam siaran, dan itu juga didukung oleh hobby saya yang suka bergaul dan suka berbicara dengan orang lain”

Just try it.