Gorontalo, Berdoalah : Antara Fadel Muhammad dan Suharso Monoarfa

Fadel Muhammad

Fadel Muhammad

Lama sekali diskusi dikalangan para mahasiswa pasca Gorontalo di Bandung tentang apakah Fadel akan jadi Menteri atau tidak pada kabinet SBY-Boediono. Wajar saja, mengingat pemberitaan media menteri juga sangat gencar, sejak SBY membuka audisi menteri-menterinya di Puri Cikeas Bogor (kediaman SBY). Sejak hari pertama dibuka audisi tersebut, Gubernur pertama yang menerima undangan SBY adalah Gamawan Fauzi (Gubernur Sumatera Barat) yang juga menjadi pembaca deklarasi SBY-Boediono ketika maju menjadi Capres-Cawapres pada pilpres kemarin. Di hari kedua muncul nama Suharso Monoarfa, tokoh Gorontalo yang saat ini menjadi bendahara DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Kandidat Ph.D di Curtin University Of Tecnology, Perth Australia. Sejumlah nama terus bermuncul hingga mencapai sekitar 30 orang, akan tetapi nama Fadel saat itu juga belum muncul.

Dihari ketiga pukul 14.20 baru kemudian muncullah sang Gubernur “Jagung” Gorontalo, Dr. Fadel Muhammad. Kemunculan Fadel berarti menjadikan partai Golkar mengutus 3 nama, masing-masing Agung Laksono, M.S Hidayat (kalangan profesional yang diusung Golkar) dan Fadel tentunya.

Fadel dan Suharso, meski dari partai yang berbeda menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo akan perwakilan mereka di kabinet SBY-Boediono. Fadel diprediksikan ke Menteri Perikanan dan kelautan sementara Suharso diprediksi bakal ke Menteri Perumahan Rakyat. Meski belum tentu menjadi menteri (mengingat ini baru tahap audisi) akan tetapi secara politik Fadel dan Suharso sudah membuktikan bahwa mereka berdua mempunyai “political networking” yang cukup mapan di pentas politik nasional. Diakui atau tidak kita harus menerima fakta tersebut dengan ikhlas.

Akan tetapi harapan masyarakat Gorontalo, tidak perlu terlalu besar digantungkan kepada kedua tokoh ini, perkembangan Gorontalo secara signifikan harus dipahami berada ditangan masyarakat itu sendiri. Sedikit “menjiplak” dari Al Quran bahwa “….Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaanyang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” (QS. 13:11). Saya teringat pernah berdiskusi dengan Ka Harso (sebutan saya untuk Suharso Monoarfa) dirumah beliau di Telaga.

Syukuran Suharso Monoarfa

“Jika masuk di pentas nasional, kita akan berpikir dan berbicara tentang Aorta bukan Arteri. Jadi sempit pemikiran orang jika berpikir ada perwakilan Gorontalo dipusat hanya untuk mendatangkan proyek atau uang ke Gorontalo.”

Persepsi saya tentang aorta adalah Indonesia sebagai sebuah negara, bukan bicara dalam landscape daerah. Dalam diskusi kami malam itu saya menyimpulkan bahwa jika negara “sejahtera” secara umum, otomatis itu akan berdampak pada kemakmuran Gorontalo, karena Gorontalo adalah part of Indonesia.

Fadel Meninggalkan Gorontalo?

(Maaf) Jika hanya mengikuti perkembangan media di Gorontalo, maka semua orang pasti akan bilang Fadel akan meninggalkan Gorontalo karena tidak tahan dengan situasi politik Gorontalo yang terus menerus berubah menyudutkan Fadel. Tapi saya kira ini tidak demikian adanya. Kalo dilihat dalam perspektif politik wajar jika ada intrik dalam politik. Tidak sedikit pula masyrakat Gorontalo yang kecewa dengan jika Fadel benar-benar jadi menteri. Hal ini disebabkan dalam politik ada yang dinamakan Dan Nimmo dengan pengharapan personal. Pengharapan personal ini menurut Nimmo, adalah sesuatu yang paling penting dalam politik, jika harapan tinggi kemudian penampilan tokoh/pemimpin dalam peristiwa itu tidak sesuai maka orag kecewa dan meremehkan politikus.

Mayoritas suara yang berhasil diperoleh Fadel pada pemilihan Gubernur menunjukkan betapa tingginya harapan masyarakat. Dan karena Fadel adalah seorang politikus yang diatas sudah kita akui, maka saya pikir sangat tidak mungkin Fadel mengabaikan begitu saja harapan masyarakat Gorontalo. Kepntingan yang saya maksud bukan saja kepentingan proyek dan uang, sebab hal tersebut harus diakui salurannya belum benar-benar berjalan baik, masih membutuhkan perbaikan sehingga lumut-lumut atau benalu yang menempel disaluran itu bisa benar-benar bersih.

Saya pikir jika Suharso atau Fadel benar-benar menjadi menteri, maka kita hanya bisa berdoa agar kedua tokoh ini bisa melakukan aksi-aksi strategis sesuai bidang yang dipercayakan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia dalam memakmurkan rakyatnya secara adil dan bijaksana.

5 Responses to “Gorontalo, Berdoalah : Antara Fadel Muhammad dan Suharso Monoarfa”

  1. Mantap….
    Ini sebuah bukti, klo daerah Gorontalo mulai diperhitungkan pada kancah nasional dengan hadirnya tokoh-tokoh nasional yang berasal dari Gorontalo.
    Dan kini kesuksesan tersebut kembali diulang lagi oleh Suharso Monoarfa, Fadel Muhammad, Sandiaga Uno, atau Rahmat Gobel yang selama ini disebut-sebut sebagai kandidat menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II..

    Selamat deh skali lagi…..

  2. Mohamad Reza Says:

    next question, siapa yang menjadi wagub dari Gusnar? karena otomatis beliau naik pangkat jadi Gubernur.

  3. padahal pak walikota lebih milih pak. Suharso ketimbang pak fadel yang jadi menteri, eh malah pak fadel juga dipanggil SBY ke cikeas…. hehehehe Gorontalo Bisa Olo…. trus apa tanggapan pak Adnan ya??

  4. Mohamad Reza Says:

    cubenk, saya pikir biasa jika ada yang suka dan tidak suka. Mari kita berpikir semua akan berpengaruh baik pada Gorontalo..terima kasih sudah mampir…

  5. yap betul itu… cuma saya tidak sependapat dengan statement pak walikota ditempo.. lebih mendukung pak suharso ketimbang pak fadel… harusnya mendukung keduanya donk…… kan lebih bagus kalo 2 putra gorontalo mengisi kabinet SBY-BOEDIONO…. Sukses Selalu…!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: