Penyiar HARUS Berwawasan LUAS

Studio Siaran

Studio Siaran

Teman-teman, kata “HARUS” dalam judul diatas sengaja saya bikin dalam huruf besar, mengingat yang namanya wawasan/pengetahuan sangat penting untuk seorang penyiar. Menggunakan sumber/referensi dari buku manapun, wawasan/pengetahuan menjadi sebuah standar utama untuk menjadi seorang penyiar. Tidak tanggung-tanggung, meski belum menjadi sebuah keharusan diseluruh radio stasiun, tapi beberapa radio mulai mewajibkan persyaratan penyiar lulusan perguruan tinggi jurusan broadcast.

Mengapa berpengetahuan luas?, hal ini sangat penting agar penyiar tahu apa yang sedang dia bicarakan. Seorang penyiar yang hanya membawakan program musik-pun tetap membutuhkan pengetahuan/ wawasan tentang musik, tentang artist, singer, album, kenapa album itu diciptakan, tahun berapa muncul, makna lagu, genre lagu, dsb.

Maksud saya dengan wawasan/pengetahuan bukanlah sesuatu yang harus menghapal rumus matematika, kimia, fisika, biologi, atau berbagai macam yang rumit-rumit (sayapun tidak terlalu pintar dgn pelajaran2 diatas..hehehe), akan tetapi wawasan/pengetahuan yang saya maksud disini adalah Segala sesuatu yang berhubungan dengan PENDENGAR dan FORMAT radio anda.

Jika radio anda adalah radio MUSIK, maka penting untuk anda mempelajari para musisi, mulai dari genre, lagu hits, asal mereka, jumlah album, tongkrongan, hingga riwayat terciptnya lagu tersebut. Penyiar juga bisa mengambil sampel atau contoh hidup para musisi (tapi ingat, untuk gaya hidup anda harus memberikan contoh-contoh positif, karena pertanggungjawaban media adalah moral pendengarnya). Anda bisa bayangkan jika anda adalah penyiar radio format musik, dan anda hanya tahu Judul Lagu dan penyanyinya saja, mungkin penyiarnya hanya akan bilang..

“Listener, for the next song, saya punya Jason Mraz -Make it Mine”,

bandingkan dengan,

“Listener, next, saya kasih single terbaru dari musisi asal Virginia. Our singer yang satu ini baru saja tampil di Lupaluna Festival Brasil di 9 oktober kemarin. Yup, Jason Mraz dengan Make it Mine” (it’s better don’t you?)

Begitu pula jika anda adalah seorang penyiar di radio dengan format Talkshow. Penting untuk anda mempunyai wawasan/pengetahuan yang lebih sesuai dengan program yang ada diradio tersebut. Pengetahuan anda bisa seputar politik, ekonomi, hukum, sosial, dsb. Ini menjadi penting agar anda tidak dimanfaatkan Narasumber ketika ada talkshow. Banyak sumber, khususnya politisi/pejabat pemerintah yang suka memanfaatkan penyiar yang tidak paham akan masalah yang diperbincangkan, biasanya fakta akan kabur, dan lucunya penyiar tidak akan sadar tentang hal itu…

Bagaimana agar mempunyai pengetahun/wawasan yang baik?

Untuk mendapatkan pengetahuan sebenarnya tidak pernah ada kata terlambat, tidak harus berada diruang kelas, kita cukup memulai dari niat ingin belajar dan tidak terlena akan sesuatu yang kita tahu. Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah:

1. Bacalah

Sebenarnya ungkapan ini klasik, tapi DAHSYAT. Untuk umat islam mungkin ini menjadi sebuah ayat pertama yang turun pada kita suci Al Qur’an, yaitu Iqra’ (bacalah). Membaca apapun, buku, majalah, komik, novel, koran, internet, dll. Saya tidak meminta anda dalam sehari menghabiskan 1 buku, paling tidak ada 1 halaman atau 1 topik yang anda baca dan PAHAM. Membaca juga menambah KOSA KATA, dan itu penting untuk penyiar agar tidak kehabisan kata, atau meminimalisir munculnya kata emm…eeee..ooo yang tidak bermakna. Munculnya kata itu salah satu faktornya karena penyiar kekurangan kata untuk menggambarkan kepada pendengar.

2. Dengarkan

Mendengarkan maksud saya disini adalah mendengarkan siaran radio, live streaming, dll. Meski anda seorang penyiar, anda perlu untuk mendengarkan siaran orang lain, ini PENTING. Selain anda bisa tahu apa yang disampaikan orang dalam siaran, anda juga bisa belajar dari kesalahan penyiar lain. Biasanya manusia apalagi se profesi, suka mendengarkan dan mengingat kekeliruan orang lain, paling tidak ini menjadi contoh untuk diri kita, sehingga kita tidak seperti itu saat menyiar. Bisa jadi info yang kita dapatkan bisa menambah pengetahuan kita akan sesuatu..

3. Tontonlah

Menonton TV, Bioskop, VCD, DVD, ini juga penting. Anda bisa mendapatkan informasi, dan jika anda menonton film, paling tidak anda mendapatkan pengetahuan tentang film itu, sehingga ketika meresensinya, anda tidak perlu pusing. Jika menononton film barat, paling tidak ada 1-2 kalimat yang bisa anda gunakan/hafal.

4. Belajar dari Orang Lain

Sometimes kita mengabaikan orang yang disekitar kita, padahal pendengar sangat suka mendengarkan sesuatu yang berhubungan dengan sekitarnya. Maka BERGAUL lah. Penyiar harus bergaul dengan siapapun dan belajarlah dari sekitar kita, dengan begitu kita akan tahu kehidupan sosial masyarakat sekitar, darisitulah kita bisa tau, apa yang bisa dan tidak bisa disampaikan sehingga tidak menyinggung pendengar kita. Dan kita juga bisa mengambil info yang pas dengan kehidupan sosial kita dan yang paling penting adalah BERPENGARUH untuk pendengar.

4 Responses to “Penyiar HARUS Berwawasan LUAS”

  1. Lanjutkan artikelnya boss,menambah pengetahuan

  2. Mohamad Reza Says:

    terima kasih

  3. […] Mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya, kumpulkan bahannya sebanyak mungkin, gunakan semua resource yang tersedia, internet, majalah, koran, dokumenter, dsb. Anda bisa membaca postingan saya sblmnya tentang pengetahuan penyiar disini. […]

  4. bikin podcast dunk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: