Two Step – Pendengar & Pengiklan

Membuat satu radio stasiun adalah sebuah bisnis yang tidak mudah. Mendirikannya tentu saja gampang, kita tinggal menyediakan modal dari 500 jt hingga miliaran rupiah, kita kemudian bisa membuat radio itu hingga dia berada di udara.

Tapi kemudian sebagai satu bisnis ini adalah hal yang tidak mudah, apalagi untuk bisnis jasa seperti radio. Mungkin saya tidak terlalu paham tentang bisnis lainnya, tapi untuk radio saya mungkin bisa menjelaskannya kepada anda.

Radio adalah bisnis 2 tahapan, tahapan yang pertama adalah kita berbisnis dengan pendengar. Meski pendengar tidak membeli program kita dengan uang, akan tetapi yang harus kita pahami, kita harus bisa menyediakan program yang benar-benar mau “dibeli” oleh pendengar kita. Kita harus bisa meng-create sesuatu yang betul-betul patut untuk dibeli. Ini juga harus disesuaikan dengan siapa yang kita inginkan membeli program kita. setelah kita menentukan target pemasaran program kita (dalam hal ini pendengar, red) maka mulailah kita melakukan perancangan atau design program yang kira-kira akan “dibeli” pendengar. Pendengar membayar kita dengan waktu yang dia habiskan mendengarkan radio kita, sesuai hasil riset rata-rata pendengar menghabiskan waktu mereka mendengarkan radio diantara 1 – 2,5 jam. Waktu ini yang merupakan bayaran para pendengar untuk kita, sehingga kita juga harus memberikan produk yang benar-benar disukai mereka, karena jika tidak seperti itu, tentulah pendengar tidak akan mau “membeli” atau menghabiskan waktunya mendengarkan radio kita.

Setelah kita mempunyai pendengar maka tahapan penjualan selanjutnya adalah pengiklan. Setiap pengiklan (klien radio, red) itu biasanya akan bertanya, berapa banyak pendengar anda? dan siapa pendengar anda? atau biasanya mereka merujuk ke satu organisasi research seperti AC Nielsen. Nah, jika bisnis anda dengan pendengar laku, maka otomatis pengiklan pun akan datang kepada anda dan menawarkan agar produknya dipromosikan ke radio anda.

Jadi, kuncinya adalah, sukseskan dahulu bisnis anda dengan pendengar, sehinggan nanti anda akan sukses dengan pengiklan anda. Sebab yang akan dijual kepada pengiklan semata-mata hanyalah PENDENGAR.

9 Responses to “Two Step – Pendengar & Pengiklan”

  1. Ulasannya bagus. intinya tiap publisher, mirip ya. TV, Radio, Website, …
    Bikin konten bagus, then monetize.

  2. bagus…action dulu
    pasti market’y dah jelas tuch..
    ngga semata-mata memberi iklan terus ke pemirsa tapi pemirsa pun pengen denger iklan…
    konsep yg ok…

  3. setuju…

  4. Ulasan yg benar-benar LUAR BIASA!

    Btw, bisa kan klu agk lari dri content?__

    Haruskah kita ngejar2 pengiklan??????
    Dimana tuh harga diri radio sbg penyedia jasa?
    Jika menilik pernyataan + pertanyaan semacam ini, pendapat Saudara bagaimana???

  5. Saya kurang stuju saja dgn komen dari Pak Nonu.

    Klu pengen maju, usaha dong! Pingin ngejar atau gak itu urusan menejemen, bukan Pak Nonu.

    Pak Reza gimana??

  6. mau nanya nie .
    ngukur jumlah pendengar ada brapa mcm cara ?

    apa dgan membuka jalur telp n sms kt bs menghitung pendengar yg memonitor radio kita ?

  7. Rian, cara menghitung pendengar sebenarnya ada beberapa cara, kita bisa menggunakan surveyor sekelas AC Nielsen, tapi juga ini membutuhkan dana yang lumayan…. Nielsen biasanya melakukan riset pendengar dan melakukan pemetaan sesuai kondisi demografis radio anda.

    Jika mau agak murah, anda bisa melakukan survey sendiri, yang agak mahal mungkin menyewa konsultan statistiknya..

    Kalo mengukur melalui kiriman SMS dan penelpon setiap hari, saya pikir, agak sulit menyatakan bahwa pendengar kita banyak….saya sarankan anda menggunakan survey, sehingga bisa mengetahui dengan pasti berapa jumlah pendengar anda.terima kasih…

  8. Mohamad Reza Says:

    Nonu, pengiklan sudah ada yang mengurusi yaitu bagian marketing (AE), sehingga urusan program dan idealisme media itu adalah urusan programmer dan reporter, jika semua berjalan dalam rule masing-masing saya pikir tidak akan ada mslah. dengan kekuatan program yang idealis kita mendapatkan pasar yang idealis, yang saya pikir juga dituju oleh para pengiklan…terima kasih

  9. Mohamad Reza Says:

    Benar Indah, ada bagian2 yang sudah disepakati dalam satu stasiun radio. saya pikir kita tinggal mengefektifkannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: