Menyiar dan Hobby

Menjadi seorang penyiar menjadi satu keunikan tersendiri, meski banyak yang memulai karir di Radio hanya karena hobby yang suka berbicara. Hobby inilah yang kemudian menjadi satu motivator untuk menjadikan orang mengajukan lamaran ketika mendengar ada penerimaan penyiar (atau dj) disalah satu radio.

But, let me tell you this…!!

Jangan selalu menyatakan bahwa hobby menjadi hal yang paling utama ketika anda menjadi seorang penyiar. Mengapa?

Sekedar menyadur dari wikipedia indonesia, Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. kata Hobi merupakan sebuah kata serapan dari Bahasa Inggris “Hobby“. Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatakan kesenangan .

Dari pengertian diatas maka kita bisa membedakan antara HOBI dan PEKERJAAN. Pertanyaan untuk anda, apakah anda ingin menjadikan SIARAN hanya sekedar mencari kesenangan belaka? atau menjadikkannya sebagai satu pekerjaan?

Jawaban dari pertanyaan ini untuk setiap orang tentu berbeda, ada yang akan menjawab, “Nop, I need a Job” dan ada juga yang akan bilang “saya ingin siaran karena saya suka aja”.

Dua kalimat ini yang seringkali ditemui para manager radio saat mereka menginterview para pelamar yang ingin bergabung di radio mereka. Kedua-duanya mempunyai hal yang sangat positif dan juga menjadi hal yang sangat ditakutkan. Positifnya adalah karena dua jawaban ini mempunyai antusiasme yang sangat tinggi kepada siaran radio, sementara negatifnya adalah yang satu pasti akan menjadikan siaran sebagai sebuah kesenangan belaka, dan yang lain akan menjadikan radio harus memikirkan bagaimana caranya membayar orang ini (cause he/she realy need a job!).

Menjadi penyiar tentunya PEKERJAAN yang harus dilakukan dengan baik. Menjadi penyiar tentunya membutuhkan keseriusan. Penyiar adalah sebuah ujung tombak, icon, stamp dari sebuah radio. Sehingga biasanya radio-radio siaran akan benar-benar menguji para penyiarnya sebelum layak untuk mengudara. Biasanya meski anda lulusan salah satu jurusan komunikasi atau jurusan broadcast, anda tetap harus menjalani training yang akan dilakukan radio. Proses training biasanya 3 – 6 bulan. Biasanya training ini dilakukan step by step, dari menulis untuk telinga, membuat naskah siaran, pelatihan vokal, mengenali radio, dsb.

Cobalah untuk menyatakan bahwa menjadi penyiar radio adalah sebuah profesi dan bukan karena hobby semata. Hobby dibutuhkan untuk kita menyenangi pekerjaan, tapi maksud saya dengan profesi adalah agar kita benar-benar mengakui bahwa ini pekerjaan yang harus saya lakukan dengan integritas dan profesionalitas tinggi.

So, jika nanti anda di interview untuk menjadi penyiar, cobalah menjawab “saya ingin menjadi penyiar karena profesi/pekerjaan ini adalah menuntut keahlian dan profesionalitas yang tinggi, saya ingin menjadi orang profesional dalam siaran, dan itu juga didukung oleh hobby saya yang suka bergaul dan suka berbicara dengan orang lain”

Just try it.

13 Responses to “Menyiar dan Hobby”

  1. setuju…penyiar bukanlah sekedar hoby..tp jdkanlah itu sebagai profesi..
    “feel it”

  2. Lebih dari SETUJU.
    KLu based on hobi,,, jgn tanya klu kualitas siaran ancur.
    Its OK

  3. itz work !🙂 , thanx , am an broadcaster now .
    thanx so !

  4. Mohamad Reza Says:

    congrats..

  5. bnr tuh, hoby sm pkerjaan beda…..

  6. syafri salmi Says:

    duh,,,,,,,,,,,,,,asyik banget law ada buka penyiar radio,itu sesuai juga dengan hobbi saya,,,berarti hobbi adalah job yang tersendiri

  7. Bener tuw. .ternyata be a broadcaster sangat sangat menyenangkan. . seLain tambah wawasan, tambah temen, tambah pemasukan, truz bwat yg agak narSis siaRan bisa nambah penggemar Lowh. .heheheh ^_^

  8. bener Bnget dengan Menyiar gw jga dpet banyak pengetahuan dan wawasan baru dalam entertainmen walaupun awalnya sebuah hoby namun kini menjadi myjob………..
    Im From Timiks Papus

  9. aren bulan Says:

    setuju alx dengan menganggap menyiar sebagai profesi kita tertantang untuk semakin lebih baik

  10. bener banget w setuju kalau menyiar itu bukan karna hobby tapi kita harus bisa menjadi orang yang bermakna..

  11. bener tuch,,,, tapi knapa yach wini ndx bisa lari dari hoby itu,, pdhal nyiar bkan nya d byar, tp dg krelaan hati, udah gitu, ada yang protes lgi, lw salah dkit,
    kan jdi ksel…. pdhal nyiar kan bkan smudah membalik kn tlapax tngan///

  12. wah komennya malah tentang media rutin win hehehe, cobalah membangun komunikasi yg baik dgn semua pihak, protes anggap sebagai perbaikan kualitas kita…hehehe

  13. menyiar memang bukanlah sekedar hobby,tp jg merupakan pekerjaan yg penuh tantangan.kita juga harus mampu menghibur n memberi informasi yg akurat n dpt dipertanggungjawabkan.saya baru tw krn saya sedang menggelutinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: